Rabu, 28 Januari 2015

Skripsweet :*



Hay.. Hhhhiiihhii.. Hhhohoho..
Ternyata selama perjalanan mengerjakan skripsi banyak kegiatan tidak jelas yang saya lakukan :D dari yang foto-foto hanya untuk menghilangkan stress, melihat acara stand up comedy lumayan membuat moodku menjadi baik, mata bengkak gara-gara begadang semalaman, coret-coret kertas cuma karena binggung tu skripsi mau di apakan akhirnya ambil kertas ambil pensil gambar di belakang kertas revisian :D nunggu dosen dari suara adzan subuh hingga terdengar suara adzan isya -_- jika tua nanti kita telah hidup masing-masing ingatlah hari ini :) hari dimana kita berjuang bersama meraih cita-cita.. 

Hiks hiks



28 Januari 2015 untuk kesekian kalinya dia keruma setelah putus, entah apa tujuannya. Hujan-hujan dari krian mau ke banyu urip malah mampir dulu ke sedati, apa yang dia pikirkan?? Sumpah ya dya yang dulu bueda sama dya yang sekarang, dulu bertemu dengan dya adalah hari yang paling aku tunggu-tunggu. Sedangkan sekarang? Dya seperti orang yang tidak aku kenal sebelumnya, saat bertemu dya Cuma bisa diem terus ngomong dalam hati. “Aku rindu km yang dulu” kamu yang dulu bisa buat aku nyaman saat bersamamu, kamu yang dulu ngga buat aku takut, kamu yang dulu bisa buat aku ngerasa special saat disampingmu. Sekarang semuanya berbeda. Kamu bener-bener sudah beda :’( jalan kita memang berbeda.. Aku pengen bicara banyak sama kamu, semua yang ingin aku bicarakan sudah aku atur. Tapi setelah berada didepanmu, semuanya hilang.. Aku ngga tau mau bicara apa, perasaan takut, sayang, sedih, sebel, kangen, jaim, semuanya campur aduk :’( setiap kamu keruma, kamu pulang pasti aku nangis. Bukan karena apa-apa, aku cuma ngerasa bodoh ngga pernah bisa marah sama kamu. aku sayang kamu, tapi bukan kamu yang sekarang. Kamu yang dulu pernah nangis didepanku, kamu yang dulu manja, pokoknya kamu yang dulu. Kamu yang belum terkenal seperti sekarang. Sebenernya aku ngga bales chatmu, aku ngga angkat telponmu, aku ngga ingin ketemu kamu, eh malah tiba-tiba ada didepan ruma. Seneng sebenernya ketemu kamu, tapi banyak hal yang susah buat aku katakan kenapa aku ngga mau ketemu kamu. Intinya kamu yang sekarang buat aku takut :’(

Senin, 26 Januari 2015

Bahagiaku



Yyeehhh selesai sudah sidang skripsi nya :D tinggal membuat artikel dan revisi.. Hihihii, Alhamdulillah sidang kemarin lancar. Deg deg sih, deg deg nya tu kayag pas kita lagi liat acara konser dangdut terus kita tepat berada di depan sound nya :D bayangkan seperti apa itu rasanya, jantung seperti mau lepas. Terus nempel lagi, mau lepas terus nempel lagi. Begitu seterusnya, badan tiba-tiba terkena penyakit galau. Iyah nama penyakitnya panas dingin :D entah berasal dari mana orang-orang menyebutnya panas dingin, mungkin tubuh ini di anggap dispenser yang bisa mengeluarkan air yang panas juga yang dingin. Dari begitu banyak Negara didunia mungkin hanya ada di Indonesia istilah penyakit panas dingin itu. Ngga keren aja masag diluar negeri nama penyakitnya “hot cool” kayag minuman :p hhhiihihi apa sih *tutup muka* ah sudah lah, lagi happy bawaannya bicara nya ngelantur sesuka hati. Jangankan yang baca tulisanku, aku sendiri pun ngga ngerti maksudnya tulisan ini :D mungkin tulisanku kurang bermanfaat buat pembaca, tapi kurang lebih bisa bermanfaat buat aku. Agar otaknya ngga terlalu penuh dengan cerita-cerita, mau cerita ke temen-temen juga kadang malah dibully :D temen-temenku terlalu serius, mau di ajak bercanda sedikit susah. Semuanya terlalu di anggap beneran, contohnya seperti ini. Aku pernah bicara seperti ini dengan temanku, teman hati ku lagi sakit ni, hatinya luka berdarah mau tk obatin pake obat merah ya ngga apa-apa kan? Dengan santai nya temenku bilang seperti ini, mau mati kamu? dengan tatapan yang entah artinya apa. Aku tertawa kecil, heheheh heh teman liat wajahku dong aku lagi bercanda lho. Serius amat menanggapinya, apa mungkin dikira saya terlalu bodoh untuk melakukan hal itu -_- duh deh.. Tapi biarpun menjengkelkan yang namanya temen itu penting lho. Biarpun kadang ocehannya selalu menyalahkanku, menyudutkanku, membuat aku jadi seperti raisa yang serba salah, yang dengan kata-katanya juga sering buat aku menjadi seperti geisha yang selalu salah -_- sekilas tentang keadaan teman-temanku. Kembali ketopik awal, setelah sidang dari sore aku diculik dengan mereka. Ku kira hanya akan memberikan selamat atas selesainya sidangku, ternyata apa yang aku fikirkan salah besar. Sebesar kepala gajah.. Bukannya memberi selamat malah ditodong -_- apess.. tapi ternyata mereka sweet banget :D setangkai mawar merah yang diberikan buat aku tersipu-sipu, dan Cuma bisa bicara dalam hati. Kenapa bukan bunga deposito yang dikasih ke aku -_- ngarep :D setangkai mawar merah itu katanya punya arti seperti ini, warna merah melambangkan semangat yang berkobar untuk meraih cita-cita kita. Terus aku bertanya, kenapa Cuma setangkai mawarnya? Terus mereka menjawab, iyah biarpun kita berbeda-beda jurusan tetapi tetap satu mawar :D ngga nyambung sih, tapi cukup lah buat hari ku kemarin bahagia. Kebersamaan bersama temen-temen itu memang paling menyenangkan.. Lophe u plend :D #tulisanalaymasaSMA  

Jumat, 23 Januari 2015

Cerita pagiku :D



Pagi- pagi sudah pengen curhat aja nih :D padahal lg sibuk bikin PPT buat presentasi sidang skripsi, pagi hari ini tiba-tiba ada yang BBM aku. Saat ku lihat ternyata dari mas danny, mantan kekasihku beberapa tahun silam yang mungkin sekarang kita bisa disebut teman. Aku tidak pernah tau kenapa dulu aku semudah itu memutuskan hubungan, padahal yang aku tahu dya begitu baik dan sepertinya aku begitu bodoh telah melepasnya. Sudahlah lah itu masa lalu, kembali ke cerita awal. Tiba-tiba mas danny BBM dan menyapaku seperti ini “Hy afif” WOW speechless, binggung mau berkata apa. Dengan polosnya, panas dingin dan tangan gemetar aku hanya dapat membalas seperti ini. Temen mu ya mas? Sebenarnya aku sdh tau dari mas afif klo dya adalah temannya mas danny. Oh iya sebelumnya aku mau perkenalkan mas Afif adalah salah seorang guru di SD tempatku PPL, aku kenal dengannya ya saat aku PPL di SD itu. Aku fikir biar saja lah, toh kita memang tidak ada hubungan apa-apa. Kalau pun ada hubungan, itu juga bukan urusannya mas danny lagi, dengan sapaan yang ringan tadi entah kenapa tiba-tiba kita mulai membahas yang sebenarnya sudah lama tidak pernah kita bahas. Masalalu kita, dan aku mulai berani bertanya sesuatu yang dari dulu selalu mengganjal pikiranku. Sebelumnya aku tidak pernah sama sekali membahas masalalu kita, karena kita anggap semua memang sudah selesai. Haah konyol ya, tiba-tiba mantan pacarku beberapa tahun silam yang sudah menghilang sekarang kembali saat aku baru putus dengan pacarku. Kembali ke mas afif, dya adalah seorang pria yang membuatku kagum. Dya masih meneruskan jenjang kuliah S2 nya disalah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya. Dya pria yang baik, yang memiliki cita-cita sebagai dosen, setelah hubunganku hancur dengan pacarku sepertinya Tuhan mengirimkan sesosok malaikat ini kepadaku. Yang biasanya setiap hari yang mengingatkanku sholat, yang perhatian setiap hari ya salim, salim adalah mantan pacar yang mungkin sampai detik ini aku masih sayang :’( tapi sekarang sudah berbeda tak pernah ada chat perhatian yang aku dapatkan dari salim, karena aku paham dya sudah bukan milikku. Ternyata sekarang ada sesosok malaikat yang datang untuk menggantikannya, yaitu mas afif yang menghiburku saat sedih, yang selalu memberi motivasi. Sekarang memang kita belum ada hubungan apa-apa, aku anggap ini hanya perhatian kecil seorang kakak terhadap adiknya, tapi kadang aku berfikir aku takut dengan perhatian nya yang berlebih ini, aku takut jika dya mengharapkanku. Hahahaa geer dan kepedean dikit sih, tapi aku beneran takut. Sedangkan aku masih belum tahu perasaanku sendiri seperti apa? Semoga semua nya baik-baik saja, tanpa ada yang hatinya terluka lagi. Aku ataupun dya :)

Kamis, 22 Januari 2015

Jalan kita berbeda :'(



Sudah lama tak bersua :D saya kembali, disela kesibukan mempersiapkan tanggal 26 Januari 2015 hhihihi, sudah tidak sabar rasanya menunggu tanggal 26 Januari 2015 ini. Takut, ragu, pesimis, dan semangat campur aduk rasanya. Tanggal 26 adalah akad ku, iyah tepat tanggal 26 Januari 2015 aku melaksanakan sidang skripsi :D tapi aku sempatkan untuk merefresh otakku sebentar dengan mencurahkan isi hatiku hhihihi…. Oh iya beberapa bulan yang lalu aku baru putus dengan kekasihku, cciiee kekasih :D kalian tau kekasih itu apa? Kekasih adalah suatu hewan primata yang bertubuh kecil berwarna hitam memiliki mata berwarna merah dan bernapas menggunkan insang :D tak perlu dijelaskan lagi kalian sudah pasti paham,  iyah aku baru putus beberapa bulan lalu. Sedih rasanya kalo mengingat hari itu, hari dimana dia datang keruma memelukku dan menghapus air mataku. Sampai sekarang aku masih merasa ini adalah mimpi burukku dan berharap aku dapat terbangun, tapi ternyata ini nyata adanya. Banyak hal yang sudah tidak dapat kita satukan kembali, kita berbeda jalan. Jalanku menuju Surabaya dan jalannya menuju Sidoarjo :D aku mau menyanyi sedikit, seperti ini “mengapa oh mengapa kita tak bisa menjadi sepasang, padahal kita kan saling mencintai satu sama lain. Tetapi mengapa oh mengapa”. Iyah itu lagu dari mahadewi, terkadang sedih apa yang sempat aku pertahankan semua nya hilang begitu saja dan waktuku terbuang sia-sia. Tapi mau dikata apa? Saya dan dya hanya menjalankan, toh kalo kita sdh tidak sejalan kita mau apa? Memaksakan keinginan salah satu pihak? Cinta tidak sekejam itu, mungkin kadang hatiku masih menangis sih klo mengingat dya kadang sempat berfikir seperti ini. “Ya nanti yang aku tulis dihalaman persembahan skripsiku tidak ada nama dya, ya nanti saat aku wisuda dya tidak datang untuk memberiku sebuket mawar merah, tidak ada dya disampingku untuk menghiburku lagi” sedih sangat kalo mengingat itu. Tapi hidup harus terus berjalan lihat kedepan masih ada jalan panjang yang menanti. Jika Tuhan menakdirkan kita kembali sejalan pasti didepan nanti kita akan bertemu lg, iyah itu yang selalu aku tanamkan di otakku. Tapi setelah keputusan kita untuk menyudahi hubungan ini, kita masih sering bertemu. Dya masih sering keruma, beberapa kali aku menolak saat dya keruma. Bukan karena tidak kangen, bukan karena tidak ingin bertemu, tapi untuk apa? Bertemu dengannya itu semakin membuatku sedih, kadang aku berfikir kita sudah selesai kenapa dya masih seperti dulu? Kenapa semuanya tidak ada yang berubah? Dan aku hanya seperti orang bodoh yang tidak tau apa yang harus aku lakukan.